SMPN 10 Surabaya Serahkan Hasil Sumbangan Gotong Royong “Sekolah Peduli Suroboyo” ke Panitia

Setelah program kegiatan “Surabaya Memanggil” guru dan karyawan berdonasi untuk penanganan Covid-19, gerakan sumbangan gotong royong “Sekolah Peduli Suroboyo” memantik partisipasi dari orangtua dan siswa SMP Negeri 10 Surabaya. Sejumlah sumbangan telah dikumpulkan ke sekolah dengan cara drive-thru. Kegiatan sosial ini berlangsung  tanggal 2-10 Agustus lalu. Adapun sumbangan yang diberikan wali murid yaitu berupa beras, minyak goreng, gula, mie instan dan uang tunai. Dalam hal ini, sekolah hanya menerima, mengumpulkan, mengemas dan menyerahkan sumbangan ke panitia. Sedangkan untuk teknis pembagian, sekolah tidak dalam posisi tersebut.

Baca juga:

“Live Talkshow “SPENLUSA Inspiration” Seri 3, Alumni Berprestasi dan Nasionalisme

Total sumbangan yang terkumpul yaitu beras sebanyak 859 Kg. Gula 244 Kg, 216 liter minyak goreng, serta 3480 bungkus mie instan. Adapun uang tunai yang masuk yaitu 3.325.000 rupiah. Semua sumbangan berupa barang kebutuhan pokok ini telah dikemas menjadi 85 paket. Dan telah diserahkan ke SMP Negeri 12 Surabaya, Kamis (19/8/2021) malam sebagai tempat penampungan sementara untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Sedangkan uang tunai telah ditransfer ke rekening panitia Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo.

Sumbangan bahan pokok yang masih ada akan diberikan kepada siswa SMPN 10 Surabaya yang terkena dampak PPKM dan diutamakan anak yatim. Hal ini dituturkan Linda Windarti, S.Ag. selaku koordinator guru agama. Beliau mengatakan bahwa bahan pokok hasil sumbangan wali murid, siswa dan guru ini bukannya sengaja tidak diserahkan ke SMPN 12 Surabaya. Melainkan karena barang tersebut tidak seimbang komposisi isinya jika dikemas.

“Barang tersebut akan dikemas sendiri, karena banyaknya mie instan. Karena pengemasan yang diminta dalam satu paket berisi 10 Kg beras, 2 liter minyak, 1 Kg gula dan 10 bungkus mie instan. Alhasil ada barang yang tersisa. Nantinya akan diberikan kepada wali murid yang terdampak sesuai data dari wali kelas. Sekaligus santunan anak yatim dalam bulan Muharram ini”, jelasnya.

Baca juga:

Live Talkshow “SPENLUSA Inspiration” Seri 2, Bahas Pentingnya Organisasi

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS., M.Si. mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada siswa dan orangtua yang telah berpartisipasi dalam Sekolah Peduli Suroboyo ini. Menurutnya, hal ini bisa menjadi hikmah atas rizki yang diperoleh dan meringankan masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Alhamdulillah, kepedulian terhadap sesama bisa diwujudkan dalam program ini. Terimakasih khususnya kepada siswa dan orangtua yang telah ikhlas menyumbang. Insya Allah akan dibalas dengan balasan yang lebih baik dari Allah SWT. Semua akan mendatangkan hikmah. Yang berkecukupan rizki menyumbang, dan meringankan beban sesama khususnya masyarakat yang membutuhkan atau yang terdampak (Covid-19)”, ungkapnya.

(HUMAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *