Rabu Pertama Dan Ketiga, SMPN 10 Surabaya Anggun Dengan Kebaya

Di Setiap hari Rabu minggu pertama dan ketiga, pasti ada yang berbeda di SMP Negeri 10 Surabaya. Yap, ada ciri khas berpakaian kebaya bagi guru dan pegawai perempuan, sedangkan bagi guru dan pegawai laki-laki memakai kemeja dan berdasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya melestarikan budaya nusantara dengan memakai kebaya. Dan, penampilan serta kesan yang ditangkap oleh siswa, Bapak/ Ibu gurunya menjadi terlihat fresh dengan seragam yang berbeda dari hari biasanya.

Seperti yang diungkapkan Ibu Astin Nikmah, S.Pd. Guru Matematika yang juga menjadi staff urusan Humas ini mengatakan bahwa dengan memakai kebaya, para Ibu Guru terlihat semakin anggun khas wanita Indonesia.

Bu Astin Nikmah dkk. Bangga Memakai Kebaya. (Foto: Dian)

“Saya selalu antusias ketika datang hari Rabu minggu pertama dan ketiga. Karena hari ini semua ibu guru terlihat lebih cantik dan anggun dari hari biasa. Sedangkan para bapak-bapak, terlihat gagah dan berwibawa dengan kemeja dan dasinya. Saya pun selalu bangga memakai kebaya, walaupun kadang agak sumuk, tetapi tidak apa-apa. Karena kita cinta budaya Indonesia”, Ungkap Bu Astin.

Hal ini juga tergambarkan dalam video lagu cover dari Bu May Yustina, S.Pd berjudul “Wanita Indonesia” ciptaan Budiman BJ berikut ini:

Video Lagu Cover May Yustina, “Wanita Indonesia” Cipt. Budiman BJ. (Video: Tv Pendidikan – YouTube)

Seperti kita ketahui bahwasanya penggunaan kebaya pada masa sekarang telah mengalami berbagai perubahan desain. Pada umumnya kebaya sering digunakan pada pesta perayaan tertentu. Dari mulai pesta formal dengan rekan bisnis, pernikahan, perayaan acara tradisional, hingga wisuda. Tetapi kali ini, SMP Negeri 10 mencoba memakainya sebagai ciri khas baju kerja pada Rabu pertama dan ketiga.

Kebaya merupakan simbol bagi wanita Indonesia, sedangkan model dan desain kebaya memang selalu berkembang,baik mulai corak,motif maupun gaya dalam berkebaya. Kebaya telah dinyatakan sebagai busana nasional Indonesia. Para istri Presiden RI mulai dari Bapak Soekarno sampai  sekarang Bapak Jokowi, menggunakan kebaya diberbagai kesempatan.

Ibu Guru SMPN 10 Surabaya Anggun Berkebaya. (Foto: Dian)

Gerakan “Indonesia Berkebaya” digalakkan agar perempuan Indonesia, terutama kelompok milenial, lebih mencintai budaya dan tidak segan-segan mengenakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak cukup sampai disitu, komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia kini sedang memperjuangkan kebaya ke Unesco sebagai warisan budaya dunia. Sebagai Negara yang terdiri dari ribuan pulau, tentu Indonesia memiliki banyak budaya yang harus dilestarikan agar tak lekang oleh waktu.

Kebaya in Frame. (Foto: Dian)

Salah satunya adalah kebaya, pakaian tradisional perempuan Indonesia. Gerakan positif ini patut mendapat dukungan, karena bukan hanya melestarikan budaya saja, namun bisa menunjukkkan identitas dan jati diri perempuan Indonesia yang bisa dilihat oleh dunia internasional. Selain membawa dampak positif dalam sosial budaya, gerakan berkebaya ini juga bisa menggerakkan perekonomian rakyat, seiring maraknya keberadaan para pengrajin dan pembuat kebaya, serta munculnya pusat-pusat kerajinan.

So, are you still in hesitant to wear it? Look! Our teachers are very elegant in their national pride clothes! KEBAYA !

Jurnalis: Sukrisniyati/ @criesny

Editor: Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

Publisher: Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

16+

3 thoughts on “Rabu Pertama Dan Ketiga, SMPN 10 Surabaya Anggun Dengan Kebaya

  1. Dengan memakai kebaya..guru-guru SMPN 10 Surabaya,khususnya para ibu-ibu,kelihatan semakin anggun dan luwes dari pada biasanya
    Tetap semangat untuk guru-gurunya dan semakin jaya untuk SMPN 10
    Surabaya

    1+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *