Pertemuan Bersama Wali Murid Kelas VII, Abah Masykur Sosialisasikan Kurikulum Merdeka

SMP Negeri 10 Surabaya menggelar pertemuan antara wali murid kelas VII dengan pihak sekolah, Sabtu (13/8/2022). Agenda ini dihadiri sekitar 300-an undangan, yang bertujuan untuk mensosialisasikan program sekolah dan kurikulum baru yang berlaku untuk kelas VII saat ini, yakni Kurikulum Merdeka.

Acara dimulai pukul 07.30 WIB, dibuka dengan penampilan ekstrakurikuler Hadrah “Miftahul Jannah” dan penampilan Kolintang, yang baru-baru ini meraih prestasi 5 besar parade Kolintang se-jawa Timur. Memasuki acara inti, pembawa acara, May Yustina, S.Pd. memandu jalannya acara yang diawali oleh sambutan-sambutan dari Ketua Komite,  Drs. H. Ilyas, M.Pd. Dilanjutkan sambutan dan paparan program sekolah oleh Kepala SMPN 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS, M.Si

Baca juga:

SPENLUSA Raih  Harapan 2 Parade Kolintang 2022 Se-Jawa Timur

Abah Masykur kembali menegaskan bahwa antara orang tua dan sekolah adalah keluarga besar. Kerjasama dan komunikasi antar keduanya harus berjalan baik guna mendukung program sekolah demi tercapainya pembelajaran yang optimal.

“Bukan bermaksud menggurui panjenengan. Bahwa anak-anak itu merupakan amanah dari Allah SWT. Tugas orang tua adalah mendidik anak. Ketika panjenengan mengamanahkan kepada kami, maka tugas itu kami ambil alih. Jadi sekolah itu konsepnya kerjasama, antara orang tua dengan pihak sekolah”, tegasnya.

Selanjutnya, Abah Masykur menjelaskan tentang kurikulum yang berlaku untuk kelas VII tahun ini, yaitu Kurikulum Merdeka. Berbeda dengan kelas VIII dan IX, Kurikulum Merdeka ini adalah kurikulum baru yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan yang menekankan pada penguatan karakter yang salah satunya dituangkan dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Putra-putri kita yang sekarang (kelas VII) merupakan kelas pertama yang menggunakan kurikulum baru, yang disebut kurikulum merdeka. Didalamnya ada yang disebut merdeka belajar, tetapi bukan berarti belajar sak karepe dewe. Ada integrasi dan kolaborasi besar antar matapelajaran yang dituangkan dalam P5, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang merupakan penguatan pendidikan karakter”, ucapnya.

Kemudian, lebih detail, tema yang dipilih SMPN 10 Surabaya dalam P5 ini adalah Kearifan Lokal. Para siswa kelas VII akan membuat karya batik, dimulai pekan depan. Para guru telah mengikuti pelatihan membatik yang akan diajarkan kepada para siswa. Targetnya adalah produk batik asli SMPN 10 Surabaya untuk seragam hasil karya siswa.

“Hasil rapat para guru, tema yang dipilih pada Juli-Oktober ini yaitu Kearifan Lokal. Kita ingin menjadikan Surabaya ini peduli pada pelestarian batik. Sehingga semua akan berkolaborasi untuk 120 jam kedepan untuk belajar membatik. Targetnya, pada tahun-tahun depan, seragam batik SMPN 10 Surabaya merupakan hasil karya sendiri”, jelasnya.

Baca juga:

Puskesmas Dr.Soetomo sosialisasikan Pencegahan HIV/AIDS di SPENLUSA

Abah Masykur juga menekankan pentingnya literasi. Beliau mengundang founder WBA Speed Reading, Drs. Toha Maksun, MMPd. yang telah melatih beberapa siswa untuk memiliki keterampilan membaca cepat. Siswa tersebut merupakan duta literasi sekolah, dan diminta untuk mendemonstrasikan membaca cepat dihadapan para undangan.

“Hari Selasa, Rabu, Kamis pada jam pertama ada pembiasaan, diantaranya literasi. Kreatifitas dan daya berfikir kritis akan muncul jika anak gemar membaca. Maka dari itu ini ada teman saya, Pak Toha Maksun yang telah mengajarkan kepada beberapa siswa keterampilan membaca cepat atau speed reading. Semoga terobosan ini bisa banyak membantu, salah satunya dalam Asesmen Nasional (AN) yang didalamnya terdapat tes tentang literasi dan numerasi”, imbuhnya.

Humas SPENLUSA

2 thoughts on “Pertemuan Bersama Wali Murid Kelas VII, Abah Masykur Sosialisasikan Kurikulum Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.