Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022: Surabaya Borong Penghargaan, SMPN 10 Surabaya Jadi Sekolah Adiwiyata Provinsi

SMPN 10 Surabaya resmi menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022 di Jatim Expo, Selasa (13/9/2022). Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pemerintah Kota Surabaya berhasil memborong penghargaan pada acara tersebut, karena dinilai sukses dalam menjalankan Program Kampung Iklim atau Proklim di daerahnya. Selain itu, ada sejumlah sekolah, kelurahan dan lingkungan RW di Kota Surabaya yang mendapat penghargaan karena telah melakukan upaya pelestarian lingkungan.

Baca juga:

Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional, SPENLUSA Rutinkan Kembali Jum’at Bersih

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, mengucap syukur karena meraih beberapa penghargaan tersebut. Beliau mengatakan keberhasilan ini adalah keberhasilan warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian daerahnya.

“Alhamdulillah ini ada beberapa kelurahan dan sekolah juga yang mendapatkan penghargaan ini, termasuk pula beberapa RW di Surabaya. Jadi, mereka inilah yang menjaga lingkungan di Kota Surabaya”, ucapnya.

Sekolah di Surabaya yang lolos dan mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi berjumlah 19 sekolah. Adapun 19 sekolah itu adalah SDN Banyuurip 3, SDN Babat Jerawat 1, SDN jemur Wonosari 1, SDN kapasan 5, SDN Kapasan 7, SDN Klampis Ngasem 1, SDN Nginden Jangkungan 1, SDN Pacarkeling 1, SDN Pacarkeling 5, SDN Rungkut Kidul 1, SDN Simokerto 6, SD Al-Kautsar, SMPN 1, SMPN 10, SMPN 13, SMPN 48, SMPN 56, SMPN 57, SMPN 61.

Ketua tim Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) SMPN 10 Surabaya, Koes Indrawati, S.Pd, hadir dan menerima langsung piagam penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi di acara tersebut. Beliau mengatakan, ini berkat kerja keras semua warga sekolah. Dan harus bekerja keras lagi untuk menuju Adiwiyata tingkat nasional.

“Alhamdulilah, setelah sekian lama (sejak 2014) SMPN 10 Surabaya baru pertama kali ini mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi. Tapi sebenarnya tujuan utama bukan untuk penghargaan. Itu hanya bonus saja. Yang terpenting adalah kita dapat menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah. Sehingga warga sekolah dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan dan hidup yang berkelanjutan”, ujarnya.

Baca juga:

SMPN 10 Surabaya Menuju Sekolah Adiwiyata Provinsi

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 10 Surabaya, Drs. M. Masykur HS., M.Si. berharap SMP Negeri 10 Surabaya bisa lanjut ke Adiwiyata Nasional. Beliau menyampaikan kembali konsep dasar Adiwiyata untuk dilaksanakan dan menjadi Suistinable Live (hidup yang berkelanjutan).

“Konsep Adiwiyata itu pada dasarnya yaitu semua warga sekolah ini ikut terlibat menjaga lingkungan. Sehingga lingkungan kita ini bukan cuma bisa kita gunakan sekarang, tapi sampai kapanpun bisa dimanfaatkan dengan baik. Jadi menyeimbangkan lingkungan ini dengan kondisi yang baik. Makanya saat kita sudah hidup di era kendaraan yang mengeluarkan Karbondioksida maka perlu penghijauan untuk menghindari dan menyerap Karbondioksida itu sehingga banyak Oksigennya dan banyak tanamannya. Karena kita hidup diperkotaan lahan itu kan sangat sempit maka kita harus memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk bisa dijadikan sebagai lahan produktif. Sehingga muncul yang namanya tanaman-tanaman hidroponik dengan memanfaatkan lahan yang kemudian bisa dioptimalkan penggunaannya”, ujar Abah Masykur.

HUMAS SPENLUSA

One thought on “Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022: Surabaya Borong Penghargaan, SMPN 10 Surabaya Jadi Sekolah Adiwiyata Provinsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.