Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter Di SMP Negeri 10 Surabaya Melalui Contoh Kongkrit (2)

Hai sahabat pendidikan jumpa lagi bersama kami  di website resmi SMP Negeri 10 Surabaya. Semoga tidak pernah bosan dengan tulisan sederhana dari kita ya. heee. Dilaman sebelumnya kita sudah membahas tentang Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter Di SMP Negeri 10 Surabaya Melalui Contoh Kongkrit (1), melalui 5S (Senyum Salam Sapa Sopan Santun). Nah sekarang tak kalah menariknya ulasan yang di bahas merupakan lanjutan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di sekolah, tetapi sangat penting dalam membiasakan siswa untuk menguatkan karakter yaitu:

2. Sholat Berjamaah ( Sholat Dhuhur, Ashar, Jum’at, Dhuha, Hajat dan Taubat)

Saat ini yang kita ketahui pemerintah tengah gencar mengimplementasikan pendidikan karakter di dunia pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan di masa yang akan datang apalagi di era milenial dan era revolusi industri 4.0, kita semua sadar betapa pentingnya pendidikan karakter untuk melahirkan generasi emas indonesia yang memiliki budi pekerti yang tinggi.

Suasana Tadarrus, Sholat Taubat, Hajat dan Dhuha di SMPN 10 Surabaya. (Foto: Dian)

Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Anwar Makariem menyampaikan bahwa “Nilai akademik tidak lagi menjadi syarat kelulusan utama, etika akhlak dan sopan santun lebih utama”.  Untuk itu pendidikan tidak jauh dengan ikatan agama. Keduanya ada hubungan timbal balik sehingga tidak bisa dipisahkan. Dalam menanamkan pendidikan karakter harus juga ada sumbangsih agama, dimana agama adalah kepercayaan seseorang kepada Penciptanya. Karena itulah pentingnya penanaman karakter diantaranya melalui Sholat Berjamaah ( Sholat Dhuhur, Ashar, Jum’at, Dhuha, Hajat dan Taubat)

Upaya untuk penguatan nilai-nilai karakter di SMP Negeri 10 Surabaya dengan membiasakan Shalat berjamaah. Dimulai dengan Sholat Dhuha, Sholat Taubat dan Sholat Hajat pada jam 06.30 WIB. Memang lebih utama dilakukan secara Munfarid atau sendiri-sendiri, tetapi untuk pembiasaan, di SMP Negeri 10 Surabaya dilakukan secara bersama-sama tetapi tetap dengan niat sendiri-sendiri. Baik siswa laki- laki dan perempuan. Tidak lupa diiringi dengan lantunan tadarrus Al-Qur’an dan doa usai shalat .

Suasana Sholat Jum’at di SMPN 10 Surabaya. (foto: Dian)

Kemudian, saat istirahat kedua, yakni pukul 11.45 WIB adzan sudah dikumandangkan muadzin dari siswa SMP Negeri 10 Surabaya, sebagai seruan panggilan dilaksanakannya Sholat Dhuhur berjamaah. Lalu istirahat sore pukul 15.00 WIB adalah waktu pelaksanaan Sholat Ashar ( khususnya bagi siswa yang masuk shift siang). Salat berjamaah ini diimami oleh guru SMP Negeri 10 Surabaya secara terjadwal dan pelaksanaanya sangat terkoordinir  dengan baik. Sedangkan untuk Sholat Jum’at, biasanya mendatangkan khotib dan imam dari luar sekolah. Tetapi tidak jarang pula Bapak Kepala Sekolah, Drs. M. Masykur Hasan, M.Si, mengisi khutbah sekaligus sebagai imam sholat Jum’at. (baca: Pekan Pertama Bertugas Di SMPN 10 Surabaya, Abah Masykur Pimpin Sholat Jum’at)

Hal yang menarik dan spesial dari pelaksanaan Sholat Berjamaah ini adalah, sebenarnya di SMP Negeri 10 Surabaya ini tidak mempunyai bangunan masjid atau musholla pada umumnya. Musholla “Manarul Ilmi” ini adalah satu ruangan kelas yang “disulap” sedemikian rupa sehingga bisa dibuat untuk sholat dan kegiatan-kegiatan keagamaan (Islam) dengan nyaman. Lalu bagaimana dengan 1300an siswa-siswi? Apakah cukup sholat berjamaah menempati ruang tersebut?

Siswa Memasang Terpal untuk Alas Sholat. (Foto: Dian)

Yap. Ini dia luar biasanya. Jika tersedia musholla atau masjid kemudian siswa melaksanakan sholat, itu bisa terbilang biasa. Tetapi, di SMP Negeri 10 Surabaya siswa per kelas diberikan jadwal piket pasang alas terpal sebelum sholat dan merapikannya kembali ke tempat semula sesudah selesai sholat jamaah. Tidak hanya karakter religius, tetapi juga membiasakan dan melatih karakter gotong-royong dan disiplin. Sepanjang halaman depan musholla terpasang alas terpal dan menjadi masjid. Seakan mengingatkan bahwa seluruh muka bumi adalah tempat bersujud kepada Allah SWT.

Jika kita menyadari banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari salat berjamaah ini teman-teman, nah salah satunya yaitu membentuk karakter religius dalam diri kita. Selain bisa membentuk akhlak yang baik, membuat siswa nyaman, tenang dan pikiran jernih untuk menikuti pelajaran di kelas, siswa juga mempunyai prilaku yang baik bisa lebih disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Yukkkk sahabat spenlusa semuanya jangan lupa istiqomah salat dhuha jangan sampai ketinggalan tidak salat dhuha di sekolah ya! hehehe.

Seluruh Muka Bumi Adalah Tempat Bersujud kepada Allah SWT. (Foto: Dian)

Jurnalis: Nazilatul Maghfirah/ @zila_fira
Editor: Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino
Publisher : Dian Eko Restino/ @dian_eko_restino

10+

3 thoughts on “Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter Di SMP Negeri 10 Surabaya Melalui Contoh Kongkrit (2)

  1. Nama:Anggie Dwi Cahyani/8I/20

    Saya agak takut karena adanya wabah penyakit mematikan yang bernama covid-19

    *Olah raga
    *Menjaga jarak minimal 1 meter
    *Menjauhi Tempat yang ramai

    0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *